just me again down here

Me and my lack of coordination!

Ditulis dalam Uncategorized oleh lindawatirahaju pada April 14, 2009

setelah tangan mungil gw kejepit plate dengan temperatur 100 oC, dan gw tetep harus megangin tu plate dalam keadaan terjepit selama beberapa detik*, rupanya koordinasi otak dan badan juga terkena dampaknya. setelah tangan sedikit terpanggang, gw kembali ke meja dan mulai menghapus-hapus semua draft-draft yang gak kepake di blog ini. SAYANGNYA postingan terkahir juga ikut keapus. grrrr. saat mencoba merecovery dengan cara yang dikasi tau sama google, sialnya si google belum menyimpan cache postingan yang ini. jadi tidak terselamatkan…

* harus dipegangin karena si plate menjadi tempat bersandar piaraan-piaraan gw selama ini. menjatuhkan plate sama dengan merusak kerja keras gw selama ini. argh!

berikut terlampir foto-foto piaraan gw. sebelum (kiri) dan setelah (kanan) radiasi pake UV… yah setidaknya sambil menunggu gw menulis ulang, grrr, postingan yang terhapus itu, liatin piaraan gw aja dulu yaaaa….

p1e77030-80cp1e77030after1-85c

dan itu pola bunga btw… jangan menyakiti hati gw dengan bilang kalo itu gambar kaki anjing ato kaki babi….

dan alasan terciptanya piaraan-piaraan gw tersebut dijelaskan oleh skema di bawah ini. tidak menjelaskan sih sebenernya. hehe..

irradiation2

12 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ydoea said, on April 14, 2009 at 10:06 pm

    kaki kodok yang bagus. perfecto.

    • lindawatirahaju said, on April 14, 2009 at 11:44 pm

      hmmm terima kasih bung yanyan
      setidaknya lu tidak menyakiti hati gw
      *tapi iya ya mirip kaki kodok… sial

    • -astri- said, on April 16, 2009 at 1:57 pm

      yah, baru mau komen itu kayak kaki kodok.. dah keduluan si yanceu.. :p
      tapi beneran, itu lebih kayak kaki kodok daripada bunga tulip tak bertangkai.. :lol:

      • lindawatirahaju said, on April 16, 2009 at 2:50 pm

        somehow kalo ini dibilang kaki kodok gw lebih bisa nerima sih,
        karena emang ternyata mirip…hehehe
        kalian lebih cerdas daripada professor gw lah setidaknya, bisa bedain kaki babi sama kaki kodok…

  2. Qisya said, on April 16, 2009 at 8:38 pm

    ini bukannya kaki bebek ya tante???

    • lindawatirahaju said, on April 16, 2009 at 10:26 pm

      hmm sebentar lagi tante bikin sayembara deh kalo gitu..
      untuk mencari kaki siapakah ini sebenarnya…

      sebenarnya itu bunga sih, qisya manis…
      *mencari tali untuk gantung diri*

  3. fikri said, on April 20, 2009 at 4:56 am

    gw kira itu gambar hati.. soalnya selalu kepikiran itu sih kalo ngeliat lo..
    :p

    • lindawatirahaju said, on April 20, 2009 at 12:59 pm

      komentar lo di sini sungguh kontras sama post lu paling baru di blog
      ckckck…pria

      • ydoea said, on April 21, 2009 at 12:38 pm

        “ckckck…pria”

        eh eh eh lin. jangan generalisir fikri sebagai pria.
        fikri = pria gombal.
        titik.

        kan “tidak semuaa laki laki..”

        contohnya gua. jujur. kaki kodok. :P

        • lindawatirahaju said, on April 21, 2009 at 1:09 pm

          iya yan, emang tidak semua laki-laki…
          tapi lo sama fikri mah sama aja!
          kemiripan kalian dalam menggombal somehow cukup mengagetkan…

          dan ehm! coba itu kaki kodok gak usah diulang-ulang :(

  4. Qoni said, on April 22, 2009 at 9:24 pm

    halah..halah.. dua pria hitam saling menggombal…. pantes si fikri dari kelas 2 sd udah punya fans cewe bernama ***, dulu kami sekeluarga menganggap cewe itu yang agak2 gimana gituh…TERNYATA BARU KETAUAN!! FIKRI YANG SUKA NGEGOMBAL YA?!?…duh.. maafkan kami ya *** telah menuduhmu macam2..hihihih…

    punya adik kok tukang gombal.. padahal kakaknya ini sangat baik, ramah, dan pendiam… hueheheh…

    • lindawatirahaju said, on April 22, 2009 at 11:51 pm

      dari kelas 2SD?!?! walah mba qoni, itu dikasi makan apa fikrinya?
      bisa gombal usia dini gitu…
      ato…
      bukan gombal kali mba qoni, emang fikri udah ganteng dari kecil aja kali :p

      baik, ramah, dan pendiam?
      linda belom pernah ketemu mbak qoni langsung sih…
      tapi…
      kok kayanya tidak demikian ya…
      hwehehe


Tinggalkan Balasan